Rabu, 10 November 2010

Psikologi Pendidikan

Pendidikan pada hakikatnya : suatu proses pendewasaan anak didik, dilakukan dgn sadar, sengaja dan penuh tanggung jawab.
Psikologi Pendidikan : pengetahuan yg diperoleh dari psikologi dari diterapkan pada kegiatan di dalam kelas.
Psikologi Pendidikan : metode-metode psikologi untuk mempelajari kehidupan kelas dan sekolah.

Ada 3 langkah mengajar efektif:
  1. Langkah sebelum mengajar
    • menentukan tujuan pengajaran, baik tujuan jangka panjang maupun jangka pendek
    • setelah itu guru harus memilih strategi mengajar untuk meraih tujuan-tujuan tersebut
    • yang lebih penting adalah guru harus menyadari tingkat kesiapan murid untuk menerima pelajaran
    • merencanakan cara penilaian
  2. Langkah pelaksanaan belajar
    • langkah ini berupa pelaksanaan strategis yg telah dirancang untuk membawa murit mencapai tujuan pengajaran
  3. Langkah sesudah mengajar
    • langkah ini berupa pengukuran dan penilaian hasil mengajar sehubung dengan tujuan yg telah ditetapkan guru sebelum mengajar. Dari proses ini dapat diketahui efektif tidaknya proses mengajar, tepat tidaknya tujuan pengajaran, seberapa tinggi tingkat kesiapan murid, tepat tidaknya strategi mengajar yg digunakan.
Guy R. Lefrancois, menyatakan bahwa mengajar : melatih ketreampilan, menyampaikan pengetahuan, membentuk sikap, dan memindahkan nilai-nilai.

Peran guru yg penting :
  1. pembuat keputusan
  2. motivator
  3. manager
  4. pemimpin
  5. konselor
  6. model
  7. Insinyur atau perekayasa lingkungan
10 persyaratan menjadi guru :
  1. Knowledge of subject : menguasai bidang studi yg diajarkan.
  2. Learning and human development : menguasai tingkat belajar dan perkembangan manusia.
  3. Adapting intruction : mampu merancang program pembelajaran yg sesuai dg kemampuan peserta didik
  4. Strategies : guru memahami & mampu menggunakan strategi pembelajaran dlm upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis memecahkan masalah & keterampilan2 tertentu bagi peserta didik.
  5. Motivation and management : guru menggunakan pemahaman individu dan motivasi kelompok dan perilaku untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendorong interaksi sosial yang positif, keterlibatan aktif dalam belajar, dan motivasi diri.
  6. Communication skills : guru harus memiliki kemampuan yg sifatnya manusiawi artinya guru bisa diajarkan berdialog dan guru bisa berada ditengah-tengah kehidupan, guru memahami tentang permasalahan & kemudian sama dapat memecahkannya.
  7. Planning : rencana instruksi guru berdasarkan pengetahuan tentang materi pelajaran, mahasiswa, masyarakat, dan tujuan kurikulum
  8. Assessment : guru memahami dan menggunakan strategi penilaian formal dan informal untuk mengevaluasi dan memastikan perkembangan intelektual, sosial dan fisik terus menerus dari peserta didik
  9. Commitment : guru harus memiliki komitmen sbg pendidik terutama meningkatkan kualitas dirinya
  10. Partnership : kemampuan guru untuk menjalin hubungan dengan orang tua, dengan teman sekerja, dengan institusi lainnya, sehingga memberi dampak kepada pelaksanaan program pembelajaran sekolah.
Penyebab Perbedaan peserta didik :
  1. Perbedaan Intelegensi
    Intelegensi : kemampuan untuk menyerap ilmu pengetahuan kemampuan untuk berpikir abstrak dan kemampuan untuk memecahkan masalah2 baru.
    2 tokoh mengemukakan teori intelegensi :
    1. Gardner : membagi intelegensi dalam 8 dimensi :
    • kemampuan bahasa
    • kemampuan matematika/logika
    • kemampuan musik
    • kemampuan suatu objek
    • kemampuan olah tubuh-kinestetik
    • kemampuan dalm berhubungan dg orang lain
    • kemampuan berhubungan dengan diri sendiri
    • kemampuan berhubungan dengan alam sekitar
    2. Sternberg : membagi 3 dimensi intelegensi :
    • komponen proses : kemempuan untuk memecahkan masalah
    • kontekstual intelegensi : bagaimana seseorang berinteraksi dengan lingkungan
    • pengalaman : bagaimana pengalaman mempengaruhi interaksi.
    Peranan guru untuk memahami perbedaan Intelegensi :
    • memberi waktu yg lebih banyak untuk siswa yg membutuhkannya dlm pengerjaan tugas.
    • membantu siswa ketika mereka membutuhkan bantuan
    • membagi grup2 kecil dikelas sehingga antar mereka dpt saling membantu
    • membagi tugas besar menjadi tugas2 kecil
    • memberi kesempatan murid u/ presentasi apa yg sudah mereka lakukan baik scra lisan/tulisan
    • Perbedaan status sosial(pendapatan, pekerjaan & level pendidikan)
      Status sosial ekonomi dapat mempengaruhi seseorang menilai irinya sendiri melalui pengalamannya, kesuksesannya disekolah ataupun tingkah lakunya.

      Peranan guru untuk perbedaan status sosial ekonomi:
      • menyediakan lingkungan yg terstruktur
      • menggunakan contoh2 penjelasan yg baik & berkualitas yg berhubungan dgn pelajaran
      • mencontohkan bagaimana cara berinteraksi terhadap orang lain.
    • Perbedaan budaya/kultur
      -> tingkah laku, nilai2, kebiasaan yg ada pada suatu grup sosial.

      Peranan guru untuk perbedaan kultur:
      • memberi perhatian untuk semua siswanya cara meluangkan waktu untuk meraka & menunjukan minat terhadap mereka
      • menyertakan semua murid di dlm aktivitas belajar
      • menggunakan berbagai macam metode pengajaran
      • menggabungkan anak dengan semua latar belakang berbeda dlm satu grup untuk bekerja/belajar bersama.
    • Perbedaan kelamin/Gender
      Peranan guru untuk masalah Gender :
      • perhatian terhadap perbedaan gender dgn cara berdiskusi anatara grup pria & wanita, sehingga terjadi kepahaman antara kedua belah pihak
      • memberi kesempatan untuk pria & wanita melakukan hal yg sama.
      • aktif menghilangkan stereotip gender ketika melakukan penjelasan didepan kelas
    • Perbedaan kondisi & situasi orang tersebut
      -> perbedaan dapat terjadi pada saat murid lulus dari sekolah tanpa disertai dengan keahlian khusus.

      Peranan sekolah untuk masalah ini :
      • tuntutan yg tinggi untuk siswanya
      • program yg terputus
      • memantau terus perkembangan & kemajuan pendidikan
      • melibatkan orang tua anak untuk membantu pihak sekolah
      Peranan guru :
      • tuntutan & penharapan yg tinggi untuk muridnya 
      • menggunakan hubungan timbal balik yg efektif yg dapat memotivasi siswa
      • lebih aktif memberi kesempatan kepada murid, dan berorientasi untuk maju.
        
    Pidget, mengenal perkembangan anak individual yang sibuk dan termotivasi oleh diri sendiri.

    Lev. Vygotsky, psikologi rusia: menyediakan sebuah pandangan alternatif yg menekankan pengaruh sesudah kultural pada perkembangan anak.
    - dia diajari oleh pengajar menggunakan dialog sokratic sebuah proses tanya jawab yg menantang ide yg telah ada, untuk mengangkat tingkatan pengertian ke level yg lebih tinggi. Seseorang ini digabung dengan studinya mengenai sastra dan pengalaman sebagai guru, meyakini dia akan pentingnya 2 faktor dalam perkembangan manusia, interaksi sosial dan bahasa.

    Interaksi Sosial dan Perkembangan
    Bertolak belakang dari Piaget, yg melihat interaksi sosial terutama sebagai mekanisme untuk mempromosikan asimilasi dan akomodasi dalm individual.
    Vygotsky memandang pembelajaran dan perkembangan sebagai kelanjutan langsung dari interaksi sosial.

    Kita lihat bagaimana interaksi dalm contoh sbg berikut :
    1. Pembelajarn karena langsung dalam konteks setiap situasi sosial. Menurut Vygotsky, pemikiran individual berkembang sbg hasil langsung dari interaksi dgn orang lain.
    2. Interaksi terjadi antara anak2 dengan seorang yg lebih berpengetahuan dalam hal ini orang dewasa
    3. Melalui interaksi ini, anak mengembangkan sebelah pemahaman bahwa mereka tidak dapat memahaminya sendiri.
      Pidget menawarinya bahwa anak2 mengekspiorasi dunianya secara individual. Dia mengatakan bahwa anak2 tidak mebutuhkan pengetahuan budaya mereka sendiri.
    4. Vygotsky percaya bahwa anak2 belajar sambil mencoba dengan meningkatnya aktivitas meningkat pula pengetahuan tentang orang2.
    Bahasa dan Perkembangan
    Melalui interaksi sosial, bahasa memeberikan masukan mengenai pengetahuan lain yg sudah ada. Bahasa menyediakan alat2 berpikir kepada pelajar untuk memikirkan dunia dan memecahkan masalah.

    Budaya dan Perkembangannya
    Budaya ialah inti konsep ketiga pandangan Vygotsky, kebudayaan menjadi alat berpikir yang digunakan anak2 untuk mengandalkan interaksi yg masuk akal terhadap dunia.


    Hubungan Antara Pembelajaran dan Perkembangannya
    Menurut Vygotsky, pembelajaran mengacu ketika orang membutuhkan pengarahan yg spesifik atas pengembangan kemampuan dan pengembangan terjadi ketika pengertian dan kemampuan menjadi tidak sejajar dan konteks yg lebih rumit. Pembelajaran dibutuhkan untuk mengembangkan, pengembangan dirangsang dengan pembelajaran, serta pengembangan dan pembelajaran keduanya mengacu pada konteks situasi sosial yg disalurakan melalui bahasa.

    Peragaan -> Guru kesenian mencontoh menggambarkan dg 2 titik pandangan sebelum bertanya pada siswa untuk mencoba menggambar sendiri.

    Berpikir keras -> Guru Fisika secara lisan menyebutkan pikiran saat menjawab masalah momentum pd papan tulis.

    Pertanyaan -> setelah peragaan dan berpikir keras, guru Fisika berjalan & melewati murud2. Beberapa masalah tanyakan mereka pertanyaan pada saat kritis.

    Menyesuaikan bahan perintah -> Guru olahraga SD menurunkan bola saat mengajar tehnik menembak & meninggikan saat para murid sudah bisa.

    Dengan sgera & berbicara -> Anak TK diajarkan bahwa kelinci memutar dan kemudian masuk lubang sebagai pembelajaran mengikat sepatu.

    1. Pendapat Pidget :
    • Basic question : bagaimana menghasilkan pengetahuan baru disemua kebudayaan
    • Peran bahasa : membantu dalam mengembangkan ide simbolis, tidak meningkatkan kualitas mutu dari segi intelektual (tingkat fungsi meningkat oleh aksi)
    • Interaksi sosial : menjelaskan cara mengetes dan mensyahkan rancangan
    • Pandangan dari murid : aktif dlm manipulasi objek dan ide
    • Kesimpulan interaksi : merencanakan pengalaman untuk mengganggu keseimbangan.
    2. Pendapat Vygotsky :
    • Basic question : bagaimana alat2 pengetahuan berpindah dalam kebudayaan khusus.
    • Peran bahasa : alat penting untuk berpikir. Perpindahan kebudayaan dan mengatur diri sendiri meningkatkan fungsi dan intelektual.
    • Interaksi sosial : membantu sbg jalan masuk untuk memperoleh bahasa dan menukar kebudayaan.
    • Pandangan dari murid : aktif dalam keadaan sosial dan berinteraksi.
    • Kesimpulan instruksi : memberikan petunjuk instruksi.
    Perkembangan Bahasa

    Para ahli menyatakan bahwa pada usia 6 tahun anak menganal kata2 antara 8000-14000 kata2, sedangkan pada kelasa 6 kosa kata anak2 sudah sampai pada 80.000 kata2. Yang terpentimng, anak yg usia sekolah dapat menggunakan kata2 dalam bentuk yg kompleks untuk berkomunikasi.

    Ada 3 alasan memahami Perkembangan bahasa :
    •  Pendapat dari pidget dan Vygotsky, bahasa adalah katalis untuk dikembangkan, dimulai sejak anak2 berinteraksi dg remaja dan orang dewasa, mereka mengembangkan ide2 yg kompleks tentang usia secara pesat.
    • Perkembangan bahasa menyediakan pembelajaran secara umum dan sangat terkait untuk belajar membaca dan menulis.
      Selama bahasa siswa berkembang, kemampuan mereka untuk belajar konsep abstrak jg berkembang.
    • Perkembangan bahasa menyediakan alat/sarana untuk bersosialisasi dan perkembangan individu.
    Ada 4 teori dari pasangan bahasa :
    1. Behavioris/tingkah laku
      • menjelasakan perkembangan bahasa dan menyarankan bahwa anak2 diperikat untuk mendengarkan suara dan kata2 sbg contoh kata2 "Good Boy Ball" dan "Very Good" memperikat usaha anak untuk meningkatkan kemampuan berbahasa mereka.
    2. Teori kognitif sosial
      • menekankan kepada penentuan anak terhadap perkataan orang dewasa kekuatan orang dewasa dan nasetor yg terbaik. Teori sikap dan kognitif sosial membuat kemampuan untuk memahami sesuatu dg cepat, anak2 pada umumnya mempelajari aspek bahasa dgn cara memperhatikan dan mendengarkan orang lain, mencoba sendiri dan mengerti.
    3. Teori Nativist
    4. Teori Sosia cultural / teori peradaban sosial

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar