Senin, 01 November 2010

Bahasa Indonesia

BAB I
PENGANTAR KULIAH BAHASA INDONESIA

1.1 DESKRIPSI KULIAH
  1. materi berbicara meliputi : presentasi, berseminar, dan berpidato
  2. Materi membaca meliputi : membaca artikel ilmiah, membaca tulisan populer, dan mengakses informasi melalui internet.
  3. Materi menulis meliputi : menulis makalah, menulis rangkuman/ringkasan teks dan menulis resensi buku
1.2 TUJUAN KULIAH (KOMPETENSI DASAR)

Ada 2 tujuan (kompetensi dasar) : tujuan umum dan tujuan khusus.
  • Tujuan Umum : agar para mahasiswa menjadi ilmuwan dan profesional yg memiliki sikap bahasa yg positif terhadap bahasa Indonesia. Sikap bahasa yg positif diwujudkan dgn : (1) kesetiaan bahasa, (2) kebanggaan bahasa, (3) kesadaran akan adanya norma bahasa.
  • Tujuan khusus : agar para mahasiswa, calon sarjana, terampil menggunakan bahasa Indonesia dg baik dan benar, secara lisan & terutama, secara tertulis sbg sarana pengungkapan gagasan ilmiah. Tujuan jangka pendek : (a) agar mahasiswa mampu menyusun subuah karya ilmiah sederhana dlm bentuk dan isi yg baik dgn menggunakan bhs Indonesia yg baik & benar, (b) agar mahasiswa dpt mengerjakan tugas-tugas (karangan ilmiah sederhana) dari dosen-dosen lain dgn menerapkan dasar-dasar yg diperoleh dari kuliah bahasa Indonesia. Tujuan jangka panjang : agar mahasiswa sanggup menyusun skripsi sbg persyaratan mengikuti ujian sarjana.
1.3 MATERI KULIAH

Kuliah bhs Indonesia yg akan diberikan meliputi pokok-pokok sbg berikut :
  • pengantar kuliah
  • Perkembangan Bahasa Indonesia
  • Bahsa Indonesia dg Berbagai Ragamnya
  • Diksi atau pilihan kata
  • Tata Kalimat
  • Paragraf atau Alinea
  • Penalaran Deduktif & Induktif serta Salah Nalar
  • Tata Ejaan 
  • Presentasi, Pidato, Seminar, Ringkasan dan Resensi
  • Tehnik Penulisan Karya Ilmiah
1.4 METODE KULIAH
  1. Proses pembelajaran diselenggarkan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi, dan memberikan ruang yg cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemadirian mahasiswa.
  2. Bentuk aktifitas proses pembelajaran adalah: (a) kuliah tatap muka, (b) ceramah, (c) dialog (diskusi) interaktif, (d) studi kasus, (e) penugasan mandiri dan (f) tugas baca.
  3. partisipasi aktif mahasiswa dlm kuliah ini sangat diharapkan

BAB II
PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

2.1 SUMBER BAHASA INDONESIA

Bahasa Melayu sbg sumber (akar) bhs Indonesia yg kita pergunakan sekarang. B. Indonesia tumbuh dan berkembang dari Bahasa Melayu, yg sejak dulu sbg bhs perantara (lingua franca).

2.2 PERESMIAN NAMA BAHASA INDONESIA

Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda kita mengikrarkan sumpah pemuda.
Pertama : Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yg satu, tanah Indonesia
Kedua : Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga : Kami putera dan puteri Indonesia mengaku menjunjung bhs persatuan, bhs Indonesia

Pernyataan :
pertama : pengakuan bahwa pulau2 yg bertebaran & lautan yg menghubungkan pulau-pulau yg merupakan wilayah RI sekarang adalah satu kesatuan tumpah darah disebut Tanah Air Indonesia.
kedua : pengakuan bahwa manusia2 yg menempati bumi Indonesia itu jg merupakan satu kesatuan yg disebut bangsa Indonesia.
ketiga : tidak merupakan pengakuan "berbahasa satu", tetapi merupakan pernyataan tekad kebahasaan yg menyatakan bahwa kita, bangsa Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bhs Indonesia.

Diikrarnya Sumpah Pemuda resmilah bahasa Melayu yg sudah dipakai sejak pertengahan abad VII itu, menjadi bahasa Indonesia.

2.3 BAHASA MELAYU DIANGKAT MENJADI BAHASA INDONESIA

Ada 4 faktor yg menjadi penyebab :
  1. Bahasa Melayu sdh merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan, dan bahsa perdagangan.
  2. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena dlm bahasa ini tdk dikenal tingkat bhs.
  3. Suku Jawa, suku Sunda, dan suku2 yg lain dg sukarela menerima bahasa Melayu mjd bhs Indonesia sbg bhs nasional.
  4. Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sbg bhs kebudayaan dlm arti yg luas.
2.4 PERISTIWA2 PENTING YG BERKAITAN DG PERKEMBANGAN BHS MELAYU/INDONESIA

Tahun2 penting dlm sejarah perkembangan bahasa Melayu/Indonesia :
  1.  Pada tahun 1901, disusun ejaan resmi bhs Melayu oleh Ch. A. van Ophuijsen & dimuat dlm kitab Logat Melayu
  2. Pada tahun 1908, pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku2 bacaan yg diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yg kemudian pada tahun 1917 diubah mjd Balai Pustaka.
  3. Tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda pilihan memancangkan tonggal yg kukuh untuk perjalanan bhs. Indonesia
  4. Pada tahun 1933, secara resmi berdiri sebuah angkatan satrawan muda yg menamakan dirinya Pujangga Baru yg dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana dkk.
  5. Pada tanggal 25-28 Juni 1938, dilangsungkan kongres Bahasa Indonesia I di Solo.
  6. Pada tanggal 18 Agustus 1945, ditandatangani UUD 45, yg salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bhs Indonesia sbg bhs Negara.
  7. Pada tgl 19 Maret 1947, diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sbg pengganti Ejaan van Ophuijsen yg berlaku sebelumnya
  8. Pada tanggal 28 Oktober-2 November 1954, Kongres Bahasa Indonesia II
  9. Pada tgl 16 Agustus 1972, Presiden RI meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yg disempurnakan melalui pidato kenegaraan didepan sidang DPR
  10. Pada tgl 31 Agustus 1972, Menteri Pendidikan & Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yg Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi blaku di seluruh Indonesia
  11. Pada tgl 28 Oktober - 2 November 1978, Kongres Bahasa Indonesia III di selenggarakan di Jakarta merupakan peristiwa penting bagi kehidupan bhs Indonesia.
  12. Pada tgl 21-26 November 1983, Kongres Bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta.
  13. Pada tgl 28 Oktober - 3 November 1988, Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta, berupa (1) Besar Bahasa Indonesia dan (2) Tata bahasa Baku Bahasa Indonesia.
  14. Pada tanggal 28 Oktober - 2 November 1993, Kongres Bahasa Indonesia VI
  15. Pada tgl 26-30 Oktober 1998, Konres bahasa Indonesia VII diselenggarakan di Hotel Indonesia jakarta.
  16. Pada tgl 14-17 Oktober 2003, Kongres Bahasa Indonesia VIII diselenggarakan di Jakarta.
2.5 KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
  1. KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
    Bahasa Indonesia berkedudukan sbg bahasa Nasional, kedudukannya berada di atas bahasa2 daerah. (sesuai dg Sumpah Pemuda 1928).
    Bahasa Indonesia berkedudukan sbg bahasa Negara (sesuai dgn UUD '45).
  2. FUNGSI BAHASA INDONESIA
    Kedudukan sbg bahasa nasional, berfungsi :
    1. Lambang kebanggaan  kebangsaan
    2. lambang identitas nasional
    3. Alat perhubungan antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya
    4. Alat yg memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dgn latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing kedlm kesatuan kebangsaan Indonesia

    Kedudukan sbg bahasa negara, berfungsi :
    1. bahasa resmi kenegaraan
    2. bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
    3. alat perhubungan pada tingkay nasional untuk kepentingan perencanaan & pelaksanaan pembangunan
    4. alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan tehnologi

BAB III
BAHASA INDONESIA DGN BERBAGAI RAGAMNYA

3.1 PENTING ATAU TIDAKNYA BAHASA INDONESIA
sebuah bahasa penting atau tidak penting dapat dilihat dari 3 kriteria :
  1. Dipandang dari Jumlah Penutur
    Ada 2 bahasa di Indonesia yaitu bahasa Indonesia dan bhs daerah. Bahasa Indonesia lahir sbg bhs k2 bagi sebagian besar warga bangsa Indonesia. Pertama kali muncul atas diri seseorang adalah bahasa daerah (bahasa ibu).
    Penutur bahasa Indonesia yg menggunakan bahasa Indonesia sbg "bhs ibu" tidak besar jumlahnya. Dgn demikian, kalau kita memandang bahas Indonesia sbg "bhs ibu", bhs Indonesia itu tidak penting.
    Jumlah penutur yg dimaksud adalah jumlah penutur yg memberlakukan bhs Indonesia sbg "bhs k2".
  2. Dipandang dari Luas Penyebarannya
    Luas penyebaran ini dpt dilihat pula pd bbrp univ. diluar negeri yg membuka jurusan bhs Indonesia sbg salah satu jurusan.
  3. Dipandang dari Dipakainya sbg Sarana Ilmu, Budaya, dan Susastra
    - Tentang susastra, bhs Kerinci kaya dg macam dan jenis susastranya walaupun hanya susastra lisan.
    - Tentang budaya, bhs Kerinci telah dipakai pula walaupun hny dlm berkomunikasi, bertutur adat, bernyanyi, berpantun, dsb
    - Tentang ilmu pengetahuan, bhs kerinci belum mampu memecahkannya. 
3.2 RAGAM LISAN DAN RAGAM TULIS

Perbedaan dari kedua ragam itu adalah :
  1. Ragam lisan menghendaki adanya org k2, teman, berbicara yg berada didepan pembicara, sdgkan Ragam tulis tidak mengharuskan adanya teman bicara berada didepan.
  2. Didalam ragam lisan unsur2 fungsi gramatikal, sperti subjek, predikat, dan objek tdk selalu dinyatakan, sedangkan ragam tulis perlu lebih terang dan lebih lengkap daripada ragam lisan, fungsi2 gramatikal harus nyata krn ragam tulis tdk mengaharuskan org k2 berada ddpn pembicara.
  3. Ragam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu sedangkan ragam tulistidak terikat oleh situasi, kondisi, ruang dan waktu.
  4. Ragam lisan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya dan panjang pendeknya suara, sedangkan ragam tulis dilengkapi dgn tanda baca, huruf besar, dan huruf miring.

    RAGAM LISAN
    • Penggunaan Bentuk Kata
      1. Kendaraan yg ditumpanginya nabrak pohon mahoni.
      2. Bila tak sanggup, tak perlu lanjutkan pekerjaan itu.
      3. Fotokopi ijazah harus dilegalisir dulu oleh pimpinan akademi.
    • Penggunaan Kosakata
      1. Saya sudah kasih tau tentang hal itu.
      2. Mereka lagi bikin denah unutk pameran entar.
      3. Pekerjaan itu agak macet disebabkan karena keterlambatan dana yg diterima.
    • Penggunaan Struktur Kalimat
      1. Rencana ini saya sudah sampaikan kepada Direktur.
      2. Dalam "Asah Terampil" ini dihadiri juga oleh Gubernur Daerah Istimewa Aceh.
      3. Karena terlalu banyak saran berbeda-beda sehingga ia makin bingung untuk menyelesaikan pekerajaan itu. 



       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar